Sabtu, 13 Januari 2018

Inilah yang Terjadi Jika Nyamuk Punah dari Muka Bumi

Nyamuk, mahluk yang satu ini mungkin ialah salah satu mahluk bumi paling dibenci manusia, disebut juga mengganggu dan juga membuatkan wabah penyakit. namun dari banyaknya pengaruh positif dari nyamuk ini ternyata hal yang besar mampu terjadi kalau nyamuk dimusnahkah dari muka bumi.

Dari lebih dari 3.500 spesies nyamuk di muka bumi ini, bahwasanya hanya ada ratusan spesies yang menyerang manusia. Namun, tak dapat dipungkiri, nyamuk menjadi salah satu musuh utama, alasannya ialah menularkan banyak sekali penyakit mematikan.

Berbagai upaya pernah dilakukan oleh insan untuk melenyapkan nyamuk, terutama jenis tertentu yang menularkan penyakit. Sebagian besar memang masih sebatas riset di laboratorium, namun prospeknya cukup menjanjikan.

Salah satunya pernah dilakukan oleh tim dari University of Oxford. Rekayasa genetika yang dilakukan tim tersebut berhasil menciptakan nyamuk jantan yang kalau mengawini nyamuk betina, maka akan menghasilkan nyamuk tak bersayap.

Meski mampu menggigit, nyamuk mutan tersebut tidak mampu terbang, alasannya ialah tidak memiliki sayap. Karena nyamuk betina harus terbang untuk mampu minum darah, lama-kelamaan nyamuk tidak mampu berkembang biak, lalu punah.

Dengan teknologi yang sama, tim dari University of Arizona juga pernah menghasilkan nyamuk anophales yang kebal virus malaria. Meski tidak bertujuan untuk memusnahkan nyamuk, cara ini juga bertujuan untuk melenyapkan penyakit malaria.

Seandainya nyamuk-nyamuk mutant itu mampu diproduksi secara masal lalu dilepas ke alam dan menjadikan kepunahan, dampak menyerupai apa yang akan terjadi?

Dikutip dari Nature ,dampak paling besar dari punahnya nyamuk akan terjadi di habitat tundra (padang es), kutub utara. Di daerah yang merupakan sarang terbesar bagi spesies nyamuk Aedes Impiger dan Aedes Nigripes , migrasi burung akan berkurang sampai 50 persen, alasannya ialah berkurangnya salah satu makanan kesukaan para burung.

Migrasi satwa yang lain juga akan terpengaruh, antara lain karibu atau sejenis rusa kutub. Ribuan karibu yang sebelumnya menghindari gigitan nyamuk akan menyerbu wilayah tundra, lalu diikuti para serigala yang merupakan predator utama para karibu.

Spesies ikan pemakan nyamuk, Gambusia affinis juga terancam punah, kalau nyamuk sudah tidak ada. Punahnya ikan ini sedikit banyak tentunya juga akan berdampak pada rantai makanan yang terjadi di perairan air tawar.

Terlebih lagi, larva atau jentik nyamuk turut memegang tugas dalam penguraian sampah organik. Saat berada di genangan air, jentik-jentik tersebut menerima nutrisi untuk tumbuh dari sisa-sisa tanaman yang membusuk.

Namun, banyak kalangan menilai, dampak yang terjadi di ekosistem tersebut, sebanding dengan tingkat final hidup pada insan akhir gigitan nyamuk. Malaria misalnya, tercatat menelan 247 juta korban jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya.

Apalagi para pakar meyakini, banyak sekali jenis insektivora (pemakan serangga) tidak akan terlalu kesulitan mengikuti keadaan untuk beralih memangsa serangga lain kalau sudah tidak ada nyamuk. Sedangkan untuk penguraian sampah organik, tugas jentik nyamuk bukan tak tergantikan alasannya ialah masih banyak jenis pengurai yang lain.
Disqus Comments