Senin, 20 November 2017

Aneh, Tisu Basah Pun Dijadikan Museum?

Jika tisu basah kerap kita gunakan sebagai alat pembersih tangan, namun berbeda dengan John French. Pria asal Amerika yang bekerja di Planetarium Michigan University ini punya kebiasaan aneh. Mengumpulkan beragam tisu berair dari seluruh dunia. Alasannya cukup sederhana, alasannya ialah ia tertarik dengan beragam gambar dan model pada bungkusan tisu-tisu berair itu.

Kebiasaan tersebut telah ia mulai semenjak dua dekade yang lalu. Kabarnya, ketika ini pun ia telah memiliki ribuan koleksi tisu basah. Mulai dari tisu berair yang disediakan di pom bensin Turki, hingga tisu berair yang ada di Kedutaan Besar Amerika di Swedia pun ia miliki. Bahkan, tisu basah yang kerap digunakan orang Jepang (Otefuki) pun telah jadi koleksinya di Moist Towelette Museum, East Lansing, Michigan.

Koleksi tertua yang ia miliki merupakan tisu berair bergambar “Star Trek” keluaran tahun 1963. Bisa dibayangkan, bagaimana banyaknya koleksi milik French tersebut. Yuk kita tengok sedikit bagaimana koleksi French tersebut.

Star Trek Series, Koleksi dari 1963

kerap


Otefuki Koleksi dari Jepang

kerap


Koleksi Tisu Basah Keluaran Xerox

kerap


Tisu Basah Kepunyaan Stasiun TV Amerika nih...

kerap


Dari Hard Rock Cafe Beijing

kerap


Daripada jauh-jauh ke Amerika sana, kau mampu juga jenguk cek koleksi French di website resmi Moist Towelette Museum ini di: http://moisttowelettemuseum.com/

Koleksi-koleksi tisu berair tersebut tidak saja didapatkan oleh John French sendiri. Dalam websitenya itu, ia memang mendapatkan donasi tisu berair dari siapa saja di dunia ini. Museum Moist Towelette sendiri termasuk ke dalam 100 museum asing di dunia versi Geoff Tibbals dalam bukunya “The World's 100 Weirdest Museums: From the Moist Towelette Museum in Michigan to the Museum of Broken Relationships in Zagreb” terbitan Amazon (2017). 

Ternyata, John French tidak sendiri. Seorang produser film Hollywood dari Twentieth Century Fox, JB. Popplewell juga merupakan pengoleksi dari tisu basah. Bedanya, JB. Popplewell tidak (belum) memiliki museum laiknya French. 


Dalam websitenya, http://www.moist-towelette.com ia menuturkan wacana ketertarikannya sebagai pengoleksi tisu basah. Ia mengatakan bahwa tisu berair tidak sekedar tisu berair yang digunakan sebagai pembersih tetapi punya ciri khas pada pengemasannya yang kreatif dan lucu. Bahkan ketika model pengemasannya itu terlihat membosankan sekalipun. Ia pun menambahkan bahwa tisu berair baik pada model atau gambar pengemasannya sebetulnya punya sejarah, dan budaya yang signifikan dan unik. Tidak saja dillihat dari negara asalnya tetapi juga siapa yang memproduksinya. 

Sama ibarat French, Popplewell juga mendapatkan kontribusi dari siapa saja yang mengirimkan tisu basah sebagai koleksi. Dalam websitenya tersebut, tampak list dari beberapa orang yang telah mendonasikan tisu berair lebih dari 10 buah. Langsung saja cek websitenya di http://www.moist-towelette.com untuk melihat koleksi-koleksi tisu berair Popplewell.


Disqus Comments