Sabtu, 24 Maret 2018

Awas Terlalu Banyak Minum Air Bisa Sebabkan Kematian

Ilustrasi air (foto: Hubimg)

Menjaga badan biar tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup memang sangat penting , tapi bukan berarti badan mampu mendapatkan asupan cairan yang berlebihan. Justru , mendapatkan asupan cairan yang berlebihan sama bahayanya dengan kekurangan cairan.

Para jago mengatakan minum terlalu banyak air mampu sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Dalam kata lain , seseorang hanya perlu minum dikala haus dan jangan hingga badan mendapatkan asupan cairan yang berlebihan.

Menulis dalam Clinical Journal of Sport Medicine , para jago mengatakan bahwa minum garang untuk mencegah dehidrasi ialah hal yang tidak perlu dilakukan dan itu memiliki risiko yang lebih besar.

Menurut para jago , banyak orang yang salah paham dengan rekomendasi asupan cairan dikala haus , terutama bagi mereka yang suka berolahraga.

Kelebihan minum mampu membawa dampak yang berkisar ringan dan serius , menyerupai kebingungan atau mual hingga cerebal edema , di mana kondisi otak mengalami pembengkakan alasannya ialah kelebihan air.

Hal itu dibuktikan dengan tamat hidup 14 atlet , termasuk dua atlet wanita yang meninggal dua hari setelah menyelesaikan lari marathon Marine Corps Marathon pada tahun 2002. Mereka diyakini meninggal alasannya ialah minum terlalu banyak selama latihan dalam kondisi yang dikenal sebagai EAH atau hiponatremia.

Ketika cairan dalam badan mulai melewati batas , kosentrasi natrium dapat turun drastis dan ginjal mendapatkan kelebihan beban. Sel mulai menyerap air yang dapat menjadikan pembengkakan di seluruh tubuh. Dan yang paling serius pada bab otak yang mampu berakhir dengan kejang , koma dan bahkan kematian.

Para jago merekomendasikan cara untuk mengobati EAH yaitu dengan larutan garam yang lebih pekat daripada larutan garam normal. Hal itu dilakukan biar seseorang mampu kembali dalam kondisi rehidrasi atau tidak kelebihan cairan dalam tubuh.

Sumber: The Independent
Disqus Comments