Senin, 08 Januari 2018

TaUkahkamu; Makanan yang Terbuang di Dunia Cukup Untuk Pangan di Afrika

Berapa
Berapa banyak makanan yang terbuang di dunia alasannya ialah tidak mampu dikonsumsi? Jumlahnya sungguh mencengangkan, tubuh pangan dunia (FAO) menemukan sepertiga makanan di dunia terbuang setiap tahunnya, yang jumlahnya cukup untuk pangan di Afrika.

Food and Agriculture Organisation (FAO) PBB menemukan makanan yang terbuang percuma itu berasal dari negara-negara kaya dan berkembang.

Makanan yang gagal dikonsumsi itu ialah buah, sayuran serta makanan umbi-umbian. Makanan tersebut dibuang oleh penjual dan konsumen ke daerah sampah jawaban rendahnya standar kualitas dan sudah lewat dari kadaluarsa.

Makanan yang dibuang di negara berkembang alasannya ialah ada kesalahan ketika proses panen yang buruk, distribusi yang buruk dan penyimpanan yang buruk. Akibatnya makanan jadi cepat rusak dan terbuang sia-sia.

Sedangkan di negara maju, makanan yang dibuang itu alasannya ialah konsumen sering membeli dalam jumlah yang banyak atau melebihi kebutuhan. Penjual dan konsumen juga akan eksklusif membuang makanan yang kemasannya rusak walau cuma sedikit saja.

Jika kemasannya rusak sedikit atau tidak sesuai standar, konsumen atau penjual di negara maju akan eksklusif membuangnya.

Peneliti dari Swedish Institute for Food and Biotechnology (SIK) for Save Food! melaksanakan studi dengan menghasilkan beberapa penemuan penting, menyerupai dikutip dari FAO.org :

  1. Negara maju dan berkembang kira-kira membuang makanan dalam jumlah yang sama yaitu masing-masing 670 dan 630 juta ton.
  2. Setiap tahun, sampah makanan dari negara-negara kaya sebanyak 222 juta ton, jumlah ini menyerupai dengan produksi pangan di negara Afrika sub-Sahara yaitu sebesar 230 juta ton.
  3. Jenis makanan yang paling sering terbuang ialah buah, sayuran serta makanan umbi-umbian.
  4. Jumlah makanan yang hilang atau terbuang setiap tahunnya setara dengan lebih dari setengah hasil panen sereal di dunia (2,3 miliar ton di tahun 2009/2010).

Limbah makanan oleh konsumen di negara Eropa dan Amerika Utara sekitar 95-115 kg per tahun, sedangkan di negara Afrika sub-Sahara, Asia Selatan dan Tenggara sekitar 6-11 kg per tahun.

Diketahui jumlah produksi pangan per kapita untuk masyarakat di negara kaya sekitar 900 kg per tahun, jumlah ini hampir dua kali lipat dibanding produksi di negara miskin yaitu sekitar 460 kg per tahun.

Solusi yang diberikan oleh peneliti ialah mengurangi ketergantungan pada pengecer sehingga mampu membantu mengurangi sisa makanan yang terbuang serta menyarankan untuk menjual produk pertanian eksklusif ke konsumen.

Sedangkan untuk negara berkembang kuncinya terletak pada memperkuat rantai suplai makanan, mendorong investasi di bidang infrastruktur dan transportasi serta meningkatkan perhatian terhadap proses pengolahan, penyimpanan dan kemasan.

Konsumen juga diminta mengubah contoh berbelanjanya supaya tidak membeli makanan melebihi kebutuhannya sehingga tidak membuang makanan tersebut jawaban melewati batas kadaluarsanya.

sumber:
health.detik.com
Disqus Comments