1. Anggota DPR selalu menghargai nasehat orangtua. Kata orang renta tidur siang itu penting dan sehat, supaya terhindar dari penyakit berbahaya dan abadi muda.
2. Tidur tidak tidur, mereka dibayar. Jadi, lebih baik tidur
3. Pasti akan gantuk mendengar pembicaraan berbelit, tidak berisi, penuh daya khayal, munafik, berliku, kaku, tak ada tujuan pasti arahnya,
4. Kalau ingin menjatuhkan musuh besarnya menyerupai seolah-olah Sri Mulyani anggota DPR pasti bersemangat dan pantang menyerah. Dijamin 7 hari 7 malam melek terus sebab demi memperjuangkan kepentingan dirinya dan partainya,
5. Tidak semua anggota DPR tidur. Mereka hanya tidur kalau bicara soal rakyat. Tapi kalau sudah bicara wacana duit, gaji, tunjangan, posisi jabatan, proyek, matanya melek smua sampai dinihari.
6. Mereka tidak tidur. Mereka sedang merenung dan bermimpi bagaimana semoga rakyatnya dan dirinya tambah kaya, setidaknya balik modal, sebab gajinya banyak disetor ke kas partai, bayar cicilan vila dan kendaraan beroda empat mewah, dan konstituen! Pada ketika yang sama gerak mereka tak bebas lagi setelah ada KPK.
7. Karena yang dibahas dalam sidang tidak menyangkut kepentingan diri sendiri dan partainya. Seandainya menyangkut individu dan partai, pasti diskusi dan interupsi tak pernah putus.
8. Ruang sidang sangat nyaman tempatnya cuek harum dan kursinya nyaman sekali. Makanya kalo sudah duduk lupa berdiri.
9. Mereka memikirkan nasib bangsa ini tanpa henti. Kaprikornus kalo pas sidang mereka tidur kelelahan, biar masyarakat mampu melihat betapa “capek” mengurus bangsa ini.
10. DPR selalu menjujung tinggi hukum dan undang-undang dalam setiap mengemukakan pendapat. Dalam aturan tata tertib persidangan, hanya dilarang mengganggu jalannya sidang. Sehingga, tidur ketika sidang tidak melanggar aturan dan undang-undang.