Minggu, 07 Januari 2018

Menurut Hasil Riset, Mereka Yang Culun Pas SMA Biasanya Menjadi Orang Keren dan Sukses

Mereka yang tidak populer dan cenderung culun di masa sekolah memiliki tiket sukses di masa depan. Begitulah inti buku berjudul 'The Geeks Shall Inherit the Earth' karya Alexandra Robbins.

Mungkin Anda ingat bagaimana zaman sekolah dulu. Apakah Anda seorang culun yang tidak mengerti tren busana, gaya, bahkan asmara. Lalu, apakah kini Anda merasa lebih sukses daripada sahabat yang lebih gaul ketika itu?

Alexandra Robbins menghabiskan waktu setahun mengamati murid-murid di sejumlah sekolah negeri dan swasta. Ia mencari tahu penyebab bawah umur populer dan kuat di sekolah, cenderung tidak sukses setelah lulus.

Ia membedakan popularitas dalam dua kategori, ialah 'dianggap populer' ketika orang berada di atas hirarki sosial, dan 'popularitas sebenarnya' ketika orang benar-benar disukai banyak orang.

Robbins fokus pada duduk perkara di balik popularitas pada masa sekolah yang seketika menguap setelah menginjakkan kaki di luar sekolah. Dan, mengapa orang tidak populer menyerupai kutu buku memiliki lebih banyak peluang sukses dibandingkan orang-orang populer.

Mereka yang tidak populer umumnya memiliki duduk perkara menyesuaikan diri dengan teman-temannya. Namun, beberapa perusahaan termasuk Yahoo lebih memprioritaskan untuk mempekerjakan orang-orang menyerupai itu untuk menghindari aliran populer.

Uniknya, banyak artis papan atas dunia atau pesohor yang ternyata termasuk golongan tidak populer ketika masih sekolah. Sebut saja Steven Spielberg yang sering diejek alasannya seorang Yahudi. Lady Gaga yang disebut-sebut 'gila'. Ketidakpopuleran tersebut justru membuat mereka tenar.

Robbins mengatakan, mereka yang tidak populer cenderung lebih mampu 'menginjak tanah'. Mereka lebih sadar diri, jauh lebih jujur, dan lebih berani ketimbang mereka yang populer. Ini karena, mereka yang tidak populer dapat bertahan dalam kondisi dan situasi yang tidak mendukung mereka.

Coba tengok salah satu sekolah di Arkansas, banyak dewasa putri yang mewajibkan anggota gengnya menggunakan high heels, barang-barang bermerek, dan melapor berat tubuh mereka setiap hari. Mereka tak sadar, sifat-sifat menyerupai ini yang akan menjadi racun di kemudian hari.

Namun, bagi orang-orang tidak populer hal itu mampu menjadi sesuatu yang menguntungkan. "Anda akan cenderung membiarkan orang lain menekan untuk melaksanakan suatu perintah, dan hal inilah yang berkhasiat di masa depan," ujarnya.

Namun sayangnya, Robbins tidak menyampaikan data-data dari asumsinya yang menghubungkan standarisasi dan definisi terang mengenai popularitas
source
Disqus Comments