Sabtu, 06 Januari 2018

Inilah Penyebab Air Terjun Darah di Antartika Memiliki Air Berwarna Merah

Air Terjun Darah di Antartika (foto: Metro)

Beberapa dari kalian pasti belum pernah mendengar perihal Air Terjun Darah di lembah McMurdo di Antartika? Ya , riam itu benar-benar unik karena memiliki  air yang mengalir berwarna merah darah.

Lalu apa yang menimbulkan riam itu mampu memiliki air yang berwarna merah darah? Awalnya ilmuan mengira bahwa warna merah itu disebabkan oleh alga atau mikororganisme yang hidup dalam gletser Taylor pada tempat lembah McMurdo.

Namun setelah dilakukan penelitian lebih lanjut , warna merah darah itu diduga disebabkan oleh zat besi yang berasal dari danau asin yang berinteraksi dengan udara setelah lama terpendam dalam gletser.

Dilansir Metro , lima juta tahun yang lalu , tinggi permukaan air laut meningkat sehingga membuat Antartika Timur kebanjiran , dan alhasil terbentuklah sebuah danau asin.

Kemudian gletser terbentuk di atas danau , hingga membelah sebagaian Antartika. Karena gletser di atas danau itu membeku , membuat air dibawahnya jadi sangat asin. Bahkan dikatakan air danau itu tiga kali lebih asin daripada air laut umumnya , sehingga tidak mampu membeku.

Selain itu , danau subgletser itu dikatakan kaya akan zat besi karena terjadi ukiran gletser dengan batuan bawah danau. Karena terperangkap dalam gletser , air danau itu tidak pernah terpapar sinar matahari dan tanpa oksigen.

Kaprikornus dikala air danau subgletser merembas melalui celah geltser Taylor dan turun ke Danau Bonney , air danau yang kaya akan zat besi itu berinteraksi dengan udara setelah sekian lama terperangkap tanpa oksigen. Nah , itulah yang menimbulkan riam tersebut memiliki warna merah.

Kamu pasti mengetahui apa yang terjadi jikalau besi kontak dengan udara , maka alhasil besi itu berkarat. Dan warna berkarat itu agak sedikit kemerahan , sama halnya dengan riam ini.
Disqus Comments