Rabu, 17 Januari 2018

Cara Mengubah Lawan Menjadi Kawan

Seberapa pun baik dan menyenangkannya Anda di kantor, ada saja satu dua orang yang memusuhi Anda, baik tersamar maupun terang-terangan. Tidak perlu kesal. Selalu ada cara untuk mengubah lawan menjadi kawan.

Berikut tips bagaimana cara mengubah lawan menjadi kawan:

1. Cooling Down. 
Kalau sama-sama bersitegang, ia memusuhi Anda, kemudian dibalas dengan permusuhan, suhu kantor pasti panas dingin. Tegang. Apalagi jikalau Anda mengumpulkan seteru untuk memusuhi dia, uhm, ia pasti makin sewot.

Situasi ini terang tidak kondusif. Jadi, mengapa tidak coba mencairkan suasana dengan bersikap sebaliknya. Kalau ada rekan yang mengompori, tidak perlu ditanggapi, katakan saja bahwa Anda tidak pernah memusuhi dia. Dan Anda tidak pernah punya masalah dengan dia.


2. Berlagak Pilon 
Anda tahu ia memusuhi Anda, tapi bersikaplah seakan-akan tidak tahu. Anggaplan tidak pernah ada masalah antara Anda dengan dia. Toh, yang menganggap Anda musuh yakni dia, bukan Anda. Jagalah sikap senormal mungkin di depan dia. Kalau setiap tiba di kantor Anda menyapa dia, jangan hentikan kebiasan tersebut. Jika sapaan Anda ditanggapi dengan wajah cemberut, jangan ambil pusing. Toh, lama-lama ia mungkin akan menyadari usaha ia memusuhi Anda sia-sia, alasannya Anda bersikap tidak peduli.


3. Jangan Dibalas 
Kejahatan tidak perlu dibalas dengan kejahatan juga. Memang sulit mempraktekkannya tapi pasti mampu dilakukan. Satu teladan gampang yakni dengan memberi perhatian-perhatian kecil. Misal, kalau Anda pergi ke luar kota, jangan lupa membelikan sesuatu untuk dia. Kalau Anda memperlihatkan sesuatu untuk teman-teman dekatnya, berikan juga pada dia. Kebesaran jiwa Anda lambat laun mungkin akan meluluhkan hatinya.


4. Bersikap Rendah Hati 
Bersikaplah rendah hati. Kalau atasan memuji Anda di depan rekan-rekan lain, termasuk dia, jangan bersikap arogan. Katakan Anda masih punya banyak kekurangan, dan hasil yang Anda capai tidak lepas dari dukungan rekan-rekan lain, tak terkecuali dia. Biasanya sikap rendah hati akan membuatnya sadar bahwa Anda tidak layak dibenci. Sebaliknya sikap angkuh akan membuatnya makin panas dan bersemangat membenci Anda.


5. Bersikap Profesional 
Seberapa tidak sukanya Anda pada dia, janganlah menghadapinya secara subyektif. Mungkin Anda tidak ingin berafiliasi dengannya, tapi pekerjaan mengharuskan Anda satu team dengannya. Mau tidak mau, Anda harus berafiliasi dengan dia. Singkirkan sejenak ketidaksukaan Anda, berikan sesuai porsi atau kapasitas Anda. Karena kalau tim itu gagal, Anda juga yang akan terkena dampaknya.


6. Ayo Fokus 
Daripada menanggapi permusuhannya, lebih baik focus pada pekerjaan. Abaikan saja perilakunya yang memancing emosi, missal ia gemar mengait-ngaitkan pekerjaan dengan hal lain yang tidak relevan. Pokonya apa pun yang ia lakukan, jangan gampang terpancing. Kalau perlu tanggapi perilakunya dengan bercanda sehingga ia akan merasa aksinya pada Anda tidak mempan.


7. Jangan Memancing 
Sekesal apapun Anda pada dirinya jangan terpancing godaan rekan-rekan lain untuk menjelek-jelekan namanya. Karena mampu saja di antara teman-teman Anda itu, ada juga yan sengaja memancing di air keruh dan menambah suhu bertambah panas. Kalau perlu katakana pada mereka bahwa ia tidak seburuk yang mereka duga. Dengan begitu, ia mungkin akan sadar bahwa sikap permusuhannya hanya akan mengkremasi dirinya sendiri.


8. Cry For Help 
Anda mampu minta dukungan orang ketiga untuk mencairkan komunikasi antara Anda dengan dia. Mintalah pada ia untuk membantu meluruskan permasalah. Mungkin sikap permusuhan ia dilandasi salah paham atau misunderstanding. Biasanya masukan dari orang ketiga akan ia dengat ketimbang penjelasan dari Anda.


9. Inisiatif Meminta Maaf 
Hari Raya Besar menyerupai Lebaran,Natal, Tahun Baru dan lain-lain merupakan momen yang sempurna memperbaiki kekerabatan dengan dia. Kalau ia tidak menghampiri Anda, tidak perlu gengsi mendatangi mejanya dan mengulurkan tangan meminta maaf lahir dan batik. Agar suasana mencair, boleh juga membawa makanan dan ajak ia merasakan bersama. Masak sih hatinya tidak juga terbuka melihat ketulusan Anda? Bukankah sekeras-kerasnya hati orang, masih lebih keras kerikil kali?


"Tips ini tidak hanya mampu digunakan di daerah kerja kita saja tapi juga mampu di gunakan dikehidupan sehari-hari kita".

thx to olickz on kaskus
Disqus Comments