Senin, 15 Januari 2018

6 Batu Paling Terkenal di Dunia

Batu yakni elemen alam yang keberadaannya seringkali diabaikan. Namun, kerikil bisa jadi sangat menarik. Baik dari sisi keindahannya, nilainya yang berharga, atau fungsinya yang integral dengan kehidupan insan yang menggunakannya untuk mendirikan bangunan atau alat.

Tak sekedar itu, kerikil juga bisa berkaitan dengan sejarah dan sisi spiritual manusia. Setidaknya ada enam kerikil yang memiliki cerita tersendiri.

Berikut Enam Batu paling terkenal di muka Bumi:

1. Hajar Aswad

Di Mekkah, di tengah Masjidil Haram terdapat Ka’bah — arah kiblat salat umat muslim di dunia. Di sudut bangunan suci itu terdapat Hajar Aswad, kerikil hitam yang diyakini berasal dari surga. Konon, awalnya ia berwarna putih, namun dosa anak cucu Nabi Adam lah yang menjadikannya hitam.

Hajar Aswad terdiri dari delapan keping yang terkumpul dan diikat dengan bulat perak. Ia memiliki aroma kedaluwarsa yang unik. Ketika umrah atau haji, umat muslim berebut menciumnya — mengikuti tuntunan Nabi Muhammad.

Sejumlah orang menduga, kerikil itu yakni meteorit, namun dari mana pastinya kerikil itu berasal masih jadi perdebatan.

2. Batu Rosetta

Batu Rosetta yakni sebuah fragmen dari sebuah prasasti Mesir kuno yang bertuliskan sebuah dekrit yang dikeluarkan oleh para imam pada ulang tahun penobatan Raja Ptolemeus V (204-181 SM). Dekrit tertuang dalam tiga huruf: Hieroglif Mesir kuno, naskah kuno Mesir dan Yunani kuno.

Awalnya tertempel di sebuah kuil, Batu Rosetta lantas digunakan sebagai materi bangunan di sebuah benteng di kota pelabuhan el-Rasyid atau Rosetta. Sebuah ekspedisi Perancis di Mesir menemukan kerikil itu pada tahun 1799.

Apa yang membuat kerikil Rosetta terkenal? Batu itu berperan dalam menguraikan hieroglif Mesir — yang kala itu belum bisa diterjemahkan. Jean-Francois Champollion mengumumkan terjemahan pertama dari hieroglif di atas kerikil Rosetta pada 1822.

Batu, yang beratnya sekitar 760 kilogram sekarang dipamerkan di British Museum — merupakan obyek paling banyak dikunjungi di sana. Batu itu menjadi milik Inggris pada tahun 1801 selama Perang Napoleon. Belakangan, pihak Mesir minta kerikil itu dikembalikan.

3. Batu Ayers, Uluru

Ayers Rock atau dikenal juga dengan nama Uluru yakni sebuah formasi kerikil berukuran besar di Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, sekitar 350 km di barat daya kota Alice Springs, Northern Territory, Australia.

Uluru yakni benda keramat bagi para Aborigin dengan banyak mata air, gua, dan lukisan primitif. Ini yakni monolit — formasi besar yang terdiri dari kerikil tunggal atau kerikil — terbesar di dunia. Obyek ini ini juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

4. Batu Gibraltar

Batu Giblartar juga disebut dengan nama lain: Pilar Herkules atau Calpe. Adalah sebuah tanjung kapur raksasa yang terlihat di atas Selat Gibraltar, pintu masuk Laut Mediterania. Terletak di Gibraltar, di ujung barat daya Eropa di Semenanjung Iberia. Batu ini memiliki ketinggian 426 meter.

Menurut discoverGibraltar.com, nama ‘Giblartar’ diyakini berasal dari Bahasa Arab ‘Jabal Tarik’ yang berarti pegunungan Tarik.

5. Batu Blarney

Batu Blarney yakni serangkaian bebatuan biru yang terdapat di Benteng Blarney, yang letaknya 8 kilometer dari Cork, Irlandia. Legenda menyebutkan, siapa mencium kerikil ini akan mendapat karunia kelancaran berbicara.

Namun, tak mudah mencium kerikil itu. Para peziarah harus bersandar ke belakang sambil berpegangan pada pagar besi.

Ada banyak legenda yang menjelaskan asal permintaan kerikil ini. Menurut situs Blarney Castle, kerikil itu berasal dari Pulau Iona, Skotlandia. Batu itu konon menjadi daerah meletakkan jasad seorang santo yang hidup di pengasingan, St Columba. Batu itu kemudian dibawa ke daratan Skotlandia.

Ketika Raja Munster, Cormac MacCarthy mengirimkan pasukan Irlandia untuk mendukung Robert de Bruce dan pasukannya dalam pertempuran melawan Inggris di Bannockburn pada 1314, episode dari kerikil itu diberikan kepada Irlandia sebagai ungkapan terima kasih.

6. Batu Plymouth

Batu Plymouth digunakan untuk menandai lokasi William Bradford dan para peziarah yang menemukan koloni Plymouth. Batu ini dicap dengan tahun kedatangan mereka ke dunia baru, 1620. Batu ini yakni simbol penting dalam sejarah Amerika Serikat.

Namun, kebenaran cerita kerikil itu diragukan sebab jurnal Bradford dan sumber kontemporer lainnya tak menyebutkan kerikil itu. Tulisan pertama perihal kerikil itu dibuat satu kala kemudian. Batu yang sekarang dikenal sebagai Plymouth Rock ditahbiskan pada tahun 1774, ketika penduduk kota itu tergerak oleh semangat Revolusi Amerika.

Batu yang ada ketika ini diperkirakan hanya sepertiga dari ukuran aslinya. Sisanya yang hilang dipecah menjadi suvenir pada kala ke-18 dan ke-19.

source
Disqus Comments