Selasa, 09 Januari 2018

5 Ilmuwan Muslim Besar Sepanjang Sejarah


Ilmuwan-ilmuwan hebat yang ada di dunia tak hanya berasal dari negara-negara di Eropa , tetapi dari kalangan Muslim juga banyak ilmuwan-ilmuan yang hebat dengan penemuannya yang memiliki kegunaan sampai sekarang.

Sepanjang sejarah , banyak ilmuwan dari kalangan Muslim besar yang sangat terkenal dengan penemuannya. Melansir laman , Republika.co.id , berikut ringkasan dari 5 ilmuwan Muslim paling terkenal sepanjang sejarah dunia.

5. Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi (872-950 M)

(foto: atmosferku.blogspot.com)

Al-Farabi ialah ilmuwan dan filsuf Islam yang berasal dari Farab , Kazakhstan. Dia dikenal dengan sebutan 'guru kedua' setelah Aristoteles , sebab kemampuannya dalam memahami ilmu filsafat yang menakjubkan.

Sebagai mahir filsafat Muslim pertama , Al-Farabi telah menciptakan banyak karya dalam ilmu pengetahuan , menyerupai kebijaksanaan , ilmu matematika , ilmua alam , teologi , ilmu politik dan kenegaraan serta bunga rampai (Kutub Munawaa'ah).

Karyanya yang paling terkenal ialah Al-Madinah Al-Fadhilah yang artinya kota atau negara utama yang membahas perihal pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan kekerabatan antara rezim yang paling baik menurut pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah Islam.

4. Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan ar-Raqqi al-Harrani as-Sabi al Battani (858-929 M)

(foto: en.wikipedia.org)

Juga dikenal dengan nama Al Battani , ia ialah spesialis astronomi dan matematikawan dari Arab yang paling berpengaruh. Lahir di Kota Herran , akrab Urfa , penemuannya dalam dunia matematika memang sangat besar lengan berkuasa sampai sekarang.

Beliau berhasil menemukan sejumlah persamaan trigonometri , tan a = sin a/cos a , dan juga memecahkan persamaan sin x = a cos. Serta dengan menggunakan gagasan al-Marwazi perihal tangen dalam menyebarkan persamaan-persamaan untuk menghitung tangen , cotangen , dan menyusun tabel perhitungan tangen.

Salah satu pencapaian Al Battani yang paling terkenal ialah perihal penentuan tahun matahari sebagai 365 hari , 5 jam , 46 menit , dan 24 detik.

3. Abu Raihan Al-Biruni (973-1048 M)

(foto: sandzacke.rs)

Al-Biruni lahir di Khawarazi , Turkmenistan atau Khiva di tempat Danau Aral di Asia Tengah yang pada masa itu terletak dalam kekaisaran Persia. Dia ialah seorang matematikawan Persia , astronom , fisikawan , sarjana , penulis ensiklopedia , filsuf , pengembara , sejarawan , mahir farmasi dan guru , yang banyak menyumbang kepada bidang matematika , filsafat dan obat-obatan.

2. Ibn al-Haytham (965-1040 M)

(foto: muslim-academy.com)

Ibn al-Haytham atau lebih dikenal dengan nama Alhazen ialah seorang ilmuwan Islam yang mahir dalam bidang sains , falak , matematika , geometri , pengobatan dan filsafat.

Alhazen dikenal sebagai bapak optik modern sebab penemuan dan karya-karyanya di bidang ilmu optik dan pencahayaan benda. Penemuannya itu jadi cikal bakal kamera yang masih digunakan sampai sekarang.

Sebelum Roger Bacon , Leonardo da Vinci , Keppler , dan Newton , penemuan Ibnu Haitham dalam hukum pemantulan dan adaptasi cahaya merupakan yang paling awal , jauh sebelum Snellius.

1. Muhammad bin Musa al-Khawarizmi (780-850 M)

(foto: islampos.com)

Dia dikenal sebagai Bapak Aljabar , sebab buku pertamanya al-Jabar , yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Kontribusi dia tak hanya berdampak besar pada matematika , tapi juga dalam kebahasaan.

Beliau juga merupakan mahir matematika , astronomi astrologi , dan geografi yang lahir sekitar tahun 780-an di Khwarizm , yang sekarang Khiva , Uzbekistan.
Disqus Comments