Menurut praktisi telematika, Abimanyu 'Abah' Wachjoewidajat, memang hasil dari Google mampu dipermainkan yaitu cukup dengan membuat situs atau blog berdasarkan kata tertentu lalu sering-seringlah kita hits, maka Google akan menaikan rating blog kita.
Tampilan Google di kata pencarian 'Kebaikan SBY'
"Menurut saya yang bersama-sama terjadi yaitu murni hasil telematika dimana bahwa algoritma pencarian Google yaitu mencari persamaan aksara yang anda cari lalu dicocokkan dengan kumpulan kata yang ada pada database dan indeks yang terbanyak akan menjadi acuan," katanya kepada okezone, melalui email.
"Perlu kita ketahui bahkan pencarian yang kita ketik di Google juga selalu disimpan oleh Google untuk menjadi database “Google Trend”," tambahnya.
Nah, Database Google tidak hanya menyimpan 1 kata per konten index melainkan bila ada beberapa kata yang sama dalam maka itu juga disimpan.
Lalu terkait problem Google terhadap 'Keburukan SBY', Abah menghitung antara kalimat “Kebaikan SBY” dan “keburukan SBY” lalu hitung berapa aksara yang berbeda? Ada 3 dari 10 aksara yang sama bukan? Yang beda hanya aksara “ai” dengan “uru”.
Walau total temuan pada “keburukan SBY” hanya 58.000an sementara “kebaikan SBY” ada lebih dari 351.000 temuan namun alasannya Google Trend membuktikan banyak yang mencari “keburukan SBY” maka berdasarkan Google Trend tersebut serta algoritma pencarian maka Google memperlihatkan “anjuran” menyerupai diatas.
"Coba buktikan dengan mengetik “kehebatan SBY” maka Google tidak akan menganjurkan “kebodohan SBY” bukan? Karena itu alasannya perbandingan diantara kedua kalimat tersebut sangat berbeda,"
Kini coba anda ubah setting google dalam bahasa inggris lalu lakukan pencarian yang sama. Google tidak memperlihatkan “anjuran” menyerupai itu. Kaprikornus Google sama sekali tidak terlibat dalam pinjaman usulan tsb, alasannya itu murni usulan atas hasil akumulasi, bukan atas konteks.
Dan jangan lupa bahwa index pencarian Google bukan berdasarkan “kalimat” melainkan per kata jadi bila pada suatu kalimat ada kata A sebagai X dan kata B sebanyak Y maka itu semua juga dihitung Google.
"Selain itu Google tidak akan pernah tahu bahwa abreviasi presiden kita namanya menyerupai dengan abreviasi ibukota jatim yaitu SBY juga. Sehingga Google hanya melaksanakan akumulasi indeks lalu memperlihatkan hasil yang terdekat," tandasnya.