Sabtu, 02 Desember 2017

Penyebab Keputihan dan Cara Mengatasinya

Sebagian

Sebagian besar perempuan pernah mengalami keputihan baik hanya sekali atau berlangsung terus menerus. Keputihan disebabkan adanya infeksi oleh jamur Candida. Bagaimana cara menghalau si putih yang kerap meneror kaum perempuan itu?

Seperti dikutip dari detikhealth, keputihan disebabkan oleh infeksi jamur atau ragi pada vulva atau vagina. Kondisi ini menyebabkan kawasan kewanitaan menjadi bau, keluar cairan berwarna putih kekuningan, gatal, rasa terbakar bahkan sampai menjadi bengkak.

Jika kondisinya sudah sangat parah mampu membuat orang tersebut sulit berjalan, serta sakit dikala buang air kecil atau melaksanakan korelasi seks.

Sebenarnya setiap orang memiliki jamur Candida dalam jumlah kecil di mulut, vagina, akses pencernaan dan kulit. Pada orang yang sehat, basil ini bersifat ramah dan sistem kekebalan badan yang baik dapat mencegah terjadinya infeksi.

Namun, bila sistem kekebalan tubuhnya rusak atau sedang lemah maka akan lebih mudah bagi jamur Candida untuk tumbuh dan mengakibatkan penyakit. Penggunaan obat-obatan tertentu ibarat antibiotik, steroid dan kontrasepsi oral dapat mengubah organisme alami yang ada di vagina.

Faktor lain yang mampu memicu keputihan ialah penyakit diabetes, kehamilan, penggunaan antihistamin, stres, menggunakan celana yang ketat sehingga menyebabkan kondisi lembab, serta bahan-bahan kimia yang terkandung di sabun atau detergen.

Seperti dilansir oleh The Body, salah satu cara untuk mencegah keputihan ialah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Tapi ada banyak cara lain yang mudah dan praktis untuk mencegahnya, yaitu:

1. Menghindari penggunaan cairan pembersih vagina. Cairan ini dapat mengubah tingkat keasaman normal vagina sehingga meningkatkan risiko infeksi serta   mengakibatkan peradangan.

2. Menghindari penggunaan pakaian atau celana yang ketat karena dapat menghalangi anutan udara, sebaiknya gunakan pakaian dari materi katun.

3. Membilas vagina dari arah depan ke belakang untuk menghindari masuknya kuman dari anus.

4. Biasakan untuk mengeringkan adegan luar vagina dengan menggunakan tisu atau lap handuk bersih setelah buang air kecil atau besar.

5. Menghindari penggunaan pantyliners beraroma atau secara terus menerus setiap hari, karena dapat menyebabkan iritasi.

6. Mengurangi konsumsi gula dan alkohol, karena dapat membantu perkembangan dari jamur Candida.

7. Mengonsumsi bawang putih, karena diyakini memiliki kandungan anti jamur alami.

8. Mengonsumsi susu atau yogurt karena mengandung basil acidophilus yang membantu menjaga basil tetap seimbang.

Hingga kini tidak ada resep yang sama untuk mengobati infeksi jamur Candida pada semua orang. Salah satu hal yang dilakukan untuk mengobatinya ialah menciptakan kondisi lingkungan yang tidak kondusif untuk jamur berkembang biak, serta menggunakan obat anti jamur yang diresepkan paramedis.
Disqus Comments