Senin, 04 Desember 2017

Kisah Para Pengejar Ilmu Dari Desa Romang Tangaya



Kisah ini dimulai dari Dermaga bau tanah yang rusak dantidak terpakai lagi, dimana bawah umur dari kampung Romang Tangaya yang mengejar ilmu dengan perjuangan yang sangat berat demi sebuah keinginan yang kelak mampu beliau banggakan untuk kedua orang bau tanah mereka, Jumat (11/02/2011), Pukul 06.41 WIT.



Suasana Kampung Romang Tangaya Ketika Pagi Hari Dari Kampung Seberang (Desa Kajenjeng, Jumat (11/02/2011), Pukul 06.41 WIT.



Jumat (11/02/2011), Pukul 06.52 WIT, Beberapa anak desa Romang Tangaya Mulai berangkat ke sekolah di desa seberang, yakni desa Kajenjeng, Dengan menggunanakan perahu kecil, yg biasa di pakai untuk menangkap ikan.



Pukul 06.54 WIT, Mereka sudah berada di tengah-tengah danau yang tentunya tidak aman buat mereka, Hermiawati (10), Siswa SD Inpres Kanjenjeng, mengayuh Perahunya terus menerus, biar segera tiba di sekolah dengan sempurna waktu.



Pukul 06.56 WIT, semakin lama, Semakain banyak bawah umur dari Desa Romang Tangaya mulai juga mengayuh perahunya Dengan sebuah bambu untuk menjalankan perahu, Menuju sekolah SD Inpres Kajenjeng.



Pukul 06.58 WIT, Di perahu yg berbeda, mereka berjuang terus-menerus dengan menaguh perahu tersebut demi mengejar ilmu, buat bekal di masa depan, Dan ini mereka lakukan setiap harinya, alasannya akomodasi jalan menuju desanya tidak pernah ada, Mungkin pemerintah Bangga punya tempat yg terisolir oleh air saat animo hujan tiba dan akan terkepung lumpur saat animo kemarau datang, Sungguh pilihan yang penuh dengan perjuangan.



Jumat (11/02/2011), Pukul 07.23 WIT, Semakin Ramai oleh perahu-perahu bawah umur desa Romang Tangaya untuk ke sekolah.



Pukul 07.25 WIT, Mereka sudah hampir tiba, Tapi sayang, dermaga yg seharusnya di gunakan untuk menyandakan perahunya sudah rusak dan tidak pernah di perbaiki oleh pemerintah, Sungguh miris, Takkala pemerintah tidak kunjung juga membuat solusi dengan membangun jalan atau jembatan untuk desa yg konon sudah puluhan tahun menyerupai ini.



Pukul 07.28 WIT, Sungguh Sedih Melihat sebagian anak negeri ini tidak mampu mencicipi nikmatnya kesekolah dengan kendaraan yang ber-AC dan cepat dan sebagian lagi ada yang menikmati kekayaan negeri ini, apakan mungkin pernah terbesit di benak bawah umur Desa Romang Tangaya bahwa pemimpin negeri mereka tidak adil terhadap mereka !!!



Pukul 07.31 WIT, walau mereka mendapat kesusahan dalam mengejar Ilmu, mereka tetaplah bawah umur yg selalu bermain dan ceria, walau letih mengayuh perahunya selama kurang lebih setengah jam.



Pukul 07.33 WIT, Ketika mau tiba di Desa kajenjeng, mereka terhalang lagi oleh tanaman Enceng Gondok dan membuat mereka haru menyingkirkan tanaman tersebut agarr perahu meraka mampu melintas.



Pukul 07.37 WIT Mereka pun tiba di Desa Kajenjeng dan berkemas-kemas masuk kesekolah bersama-sama.



Pukul 07.41 WIT, Waktunya masuk ke sekolah dan belajar, seorang warga yg berumur 50 tahun mengatakan semenjak kecil keadaan ini sudah menyerupai ini dan apa akhirnya saat Hermiawati yang berumur 1o tahun di 40 tahun kedepan, apakah keadaan ini masih sama dengan sekarang atau sudah berubah....semoga saja Desa Romang Tangaya tidak membutuhkan 100 tahun lagi utnung menerima jalanan atau jemabatan yg layak untuk kehidupan mereka yang leih baik.

Kisah Perjuangan Anak-Anak Bangsa Demi Mengejar Ilmu Dan Cita-Citanya Dan Berharap Mereka Bisa Lebih Baik Dari Hari Kemarin.....

source
Disqus Comments