Minggu, 03 Desember 2017

Inilah Pohon Paling Beracun di Dunia, Bahkan Jika di Sentuh Sekalipun



 Adalah pohon yang dinobatkan paling beracun didunia dengan nama The Manchineel yaitu pohon asal Western Hemisphere. Di tempat ia tumbuh, yaitu tempat Florida, Caribia, dan Bahama, pohon itu selalu diberi tanda peringatan dengan papan merah untuk memperingatkan orang semoga tak terlalu akrab melintas atau bangun dengannya.

Saking beracunnya pohon itu, insan sebaiknya bangun dengan jarak beberapa kaki darinya. Buahnya beraroma manis menyerupai apel, hanya ukurannya lebih kecil. Namun memakan buah kecil itu dapat mengantarkan Anda ke UGD rumah sakit seketika. Christopher Columbus bahkan menamakannya ‘little apple of death’.



Tak hanya buahnya yang beracun, getah pohon itu juga beracun. Jika setetes saja terkena kulit maka akan menjadikan bengkak, dermatitis, dan gejala melepuh menyerupai terbakar memerah.

Sudah banyak peristiwa keracunan dialami oleh pelancong yang tak tahu mengenai pohon itu. Mereka biasanya berteduh di bawah pohon Manchineel dikala hujan, dan terkena air hujan yang menyentuh getahnya. Akibatnya, kulit mereka akan melepuh menyerupai terbakar.



Jika terkena mata, maka terjadi kebutaan sementara atau permanen. Tak heran pohon Manchineel sampai kini memegang rekor Guiness untuk pohon paling beracun.

Seorang mahir konsultan radiologi berjulukan Nicola H Strickland menerbitkan artikel pada British Medical Journal mengenai pengalamannya keracunan buah Manchineel.

” Saya terburu-buru menggigit buah ini dan merasa bahwa itu manis . Teman aku juga mengambil bagian. Beberapa dikala kemudian kami merasa pedas absurd di lisan kita , yang secara bertahap berubah menjadi terbakar , sensasi robek dan sesak tenggorokan, ” ujarnya menyerupai dilansir Odditycentral.

Nicola menulis bahwa gejala memburuk selama dua jam berikutnya, dan mereka tidak mampu menelan makanan alasannya sakit luar biasa di tenggorokan mereka. Susu yaitu satu-satunya hal yang mereka temukan agak menenangkan. Butuh waktu delapan jam untuk semua gejala untuk perlahan-lahan mereda.
Disqus Comments