Sabtu, 02 Desember 2017

2 Camat Nonton Bokep Dihadapan Bupati yang Sedang Pidato (Foto)

Camat

Entah, mungkin terlalu jenuh alasannya yakni lama mendengarkan pidato pandangan Bupati Rendra Kresna dan fraksi-fraksi, di sela program serius itu, dua orang camat dan seorang pejabat setempat mencari hiburan dengan menonton film porno. Awalnya, salah satu oknum camat yang gres dilantik pada 7 Januari 2011 lalu itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah BlackBerry (BB) dari saku celananya. Entah siapa pemilik BB tersebut, tak berapa lama, ia kemudian memutar sebuah file film porno yang memperlihatkan episode bersetubuh.Tingkah para pejabat kini semakin aneh-aneh saja.

Mereka seolah tak sadar ada budpekerti dan kepatutan yang mesti dijaga. Seperti terjadi di Kabupaten Malang, ketika bupati berpidato, dua orang camat malah asyik nonton video porno. Terlalu! Peristiwa yang terjadi di sela sidang paripurna pembahasan empat rancangan peraturan tempat (raperda) di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (14/3/2011) itu, tidak sengaja terekam kamera wartawan yang meliput dari balkon. Namun, kasus itu gres terungkap pada Jumat (18/3/2011).

Dasar, mungkin alasannya yakni punya pikiran yang sama, camat yang berada di sebelahnya rupanya tak mau ketinggalan. Ia kemudian memindahkan pandangannya dari sudut depan, tempat Bupati Rendra berpidato, ke arah film tersebut. Begitu juga pejabat sebelahnya. Maka, kompaklah ketiganya menikmati film panas itu.

Deretan tempat duduk para ‘pejabat negara’ itu, kebetulan memang hanya diisi oleh empat orang, sehingga tak hingga mengakibatkan kegaduhan. Ketiganya terlihat asyik menonton, meski sekilas ibarat memerhatikan pembahasan Raperda. Apalagi episode yang berlangsung selama beberapa menit di ponsel tersebut juga sedang hot.

Camat
Bukannya malah simak pidato Bupati malah asyik lihat video porno

Seorang pejabat di sebelah camat pemilik BB itu sempat mengingatkan biar tidak menunjukkan video itu dengan cara menepuk tangannya. Nampak beliau juga berusaha meminta biar film di BB itu segera dimatikan. Apalagi di belakang tempat duduk mereka, juga ada pimpinan satuan kerja perangkat tempat (SKPD) lainnya yang serius mendengarkan Raperda.

Tapi, sang camat itu terlihat masih asyik. Maklum, cara menonton film itu memang tidak mencolok. Sang camat memperlihatkan di bawah meja. Tapi, alasannya yakni layar ponsel itu lebar, maka gambarnya juga sangat jelas. Karena itu tiga pejabat di satu deret tempat duduk itu mampu nonton bareng. Mungkin alasannya yakni sudah selesai, camat pemegang ponsel yang diduga berasal dari Malang di cuilan timur ini tak lama kemudian mematikan film. Ia keluar dari ruangan menuju kamar kecil dan tidak kembali lagi.

Camat
Bukannya malah simak pidato Bupati malah asyik lihat video porno

Atas kejadian itu, Bupati Malang Rendra Kresna sangat menyesalkan. “Seharusnya pembahasan Raperda disimak, alasannya yakni itu juga penting bagi mereka. Saya tidak memungkiri jikalau ada individu yang pasti memiliki koleksi film ibarat itu ada di ponselnya. Tapi, jikalau memutar film itu dalam sidang paripurna, ya salah tempat,” kata Rendra Kresna menjawab Surya, Jumat malam.

Ia menyatakan, kesalahan itu pada duduk perkara etikanya. Tidak seharusnya pejabat publik melaksanakan itu di gedung wakil rakyat, ketika membahas duduk perkara serius. Dikatakan Rendra, empat Raperda yang dibahas ketika itu merupakan cuilan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang yang harus diketahui para pejabat yang hadir dalam sidang itu.

Dari rekaman gambar yang diperoleh wartawan, entah apakah Rendra sudah pasti mengetahui sosok yang dimaksud. Namun, beliau memastikan akan menunjukkan sanksi pada tiga pejabat yang menonton film biru di ruang sidang. “Nanti biar ditangani oleh Inspektorat Kabupaten Malang,” katanya.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Malang, Purnomo Anwar berpendapat, sidang paripurna yang dimulai pukul 10.00 hingga 14.00 itu, yakni forum resmi yang harus disimak secara serius. Apalagi ketika itu semua pejabat hadir. Seperti bupati, wakil bupati, sekda dan para asistennya, pimpinan SKPD, seluruh camat dan seluruh pimpinan DPRD. Ini menunjukkan pentingnya program itu.

“Memang adakala jikalau kelamaan acaranya, timbul rasa mengantuk dan bosan. Itu manusiawi sekali. Tapi jikalau hingga memutar film ibarat itu di ruang sidang ya nggak etis,” cetus politisi dari Partai Golkar ini. Pengamat sosial dari Universitas Negeri Malang (UM), Marthein Pali menilai, perilaku yang dilakukan camat dan pejabat tersebut merupakan hal tak terpuji. Apalagi mereka yakni pejabat negara. “Sebenarnya, ini masih dalam taraf kewajaran. Hanya saja, mengapa mereka melakukannya tidak pada tempatnya, yakni sewaktu mengikuti sidang paripurna DPRD Kabupaten Malang,” katanya.

Dikatakan, menonton film porno dalam situasi ibarat sekarang bukan barang yang gila lagi. “Yang salah, beliau tidak mampu menempatkan dirinya, itu saja,” kata pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UM ini. Menurutnya, menonton video porno lewat ponsel ketika sidang menunjukkan, sang pejabat tidak memiliki akad terhadap profesinya. “Sebab, beliau kan sedang berada dalam ruang sidang yang di sana juga dihadiri Bapak Bupati. Apalagi ini sidang untuk kepentingan rakyat,” katanya.

Meski demikian, pada sisi lain, apa yang dilakukan oleh pelaku dengan nonton video porno tidak pada tempatnya ini, di mata Martheil juga imbas dari makin modernnya teknologi. Jika ponsel dengan akomodasi video tidak pernah ada, barangkali perilaku menonton video di tempat sidang dan tempat lainnya tidak bakalan terjadi.

Apa yang terjadi di Malang boleh jadi memang manusiawi. Juli lalu, kejadian serupa juga terjadi di Lampung. Saat Bupati Way Kanan Tamanuri membacakan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj.) final masa jabatan, enam oknum camat asyik menonton video porno yang diperankan artis Indonesia. Meski demikian, tentu saja ini harus menjadi pelajaran bersama, tak sepatutnya pejabat pemerintah mengumbar kebiasaan yang kurang patut di sembarangan tempat.
Disqus Comments