Kenali Ciri-ciri HOAX dan Cara Mengatasinya - Semakin mudahnya saluran teknologi berjulukan internet memang membuat kita kaya akan informasi. Dengan derma satu tools search engine macam Google saja, satu kata pencarian mampu menghasilkan ribuan lebih jenis informasi yang terkait dengan kata tersebut.
Khusus untuk Indonesia, berdasarkan data survey yang dilakukan Opera pada 2016 yang lalu, 78% dari 1000 responden yang tersebar di sembilan kota lebih memilih koneksi internet ketika menunggu sesuatu ketimbang sobat dan keluarga (52%), makanan dan minuman (40%), materi bacaan (29,1%), dan ruangan yang nyaman (23,5%). Lebih lanjut, dari data 78% itu, Opera merincikan 4 hal yang paling banyak dilakukan orang Indonesia ketika menunggu dan menerima koneksi internet yaitu buka sosmed, browsing internet, mendengarkan musik, dan bermain game.
Dilihat dari data tersebut, wajar jikalau berita-berita palsu atau hoax menjadi sangat mudah sekali menyebar. Terutama di sosial media dimana sumber informasi acapkali sulit dideteksi. Berbeda dengan koran atau sejumlah media online lainnya. Informasi-informasi yang beredar pun ibarat tak punya filter sehingga hal inilah yang dimanfaatkan segelintir orang untuk membuatkan informasi hoax.
Ciri-ciri HOAX dan Cara Mengatasinya
Tak heran jikalau lembaga sekelas MUI merasa perlu mengeluarkan pedoman terkait hal tersebut. Sebab, penyebaran informasi hoax atau jikalau ia tidak palsu namun dipelintir (diedit) sedemikian rupa sudah begitu menjadi-jadinya di Indonesia. Terlebih untuk berita-berita yang mengandung unsur politik, dan usur SARA yang dapat menghadirkan efek perpecahan di kalangan masyarakat Indonesia sendiri.
Tentu hal ini akan sangat merugikan. Terlebih ketika kita pun secara tak sadar menjadi salah satu yang ikut andil dalam penyebaran isu hoax melalui fitur share di sosial media. Oleh alasannya ialah itu, sebaiknya kita kenali ciri-ciri berikut ini sebelum membagikan sebuah informasi di akun sosmed pribadi kita.
1. Jangan Terkecoh dengan Judul yang Provokatif
Sudah jadi kebiasaan kita sebagai insan ingin tahu lebih dalam terhadap sesuatu hal. Terlebih jikalau sesuatu itu menyangkut hal yang mungkin sangat krusial ibarat isu SARA misalnya. Berita-berita hoax selalu membungkus dirinya dengan judul yang sensasional ataupun provokatif. Tak jarang, judul tersebut selalu diperkuat oleh gambar ataupun foto yang membuat kita benar-benar mengklik tautan tersebut.
Di beberapa kasus, judul yang provokatif tidak berimbang dengan isinya. Judulnya apa isinya kemana. Jika Anda menemukan yang ibarat ini, maka mampu dibilang si pembuat beritanya memang Cuma ingin mendulang rupiah dari banyaknya orang yang mengklik tautan mereka.
Namun di kasus lainnya, tak jarang antara judul dengan isi memang berkorelasi. Hal ini mungkin tidak jadi persoalan dan layak disebut berita. Namun, akan menjadi persoalan jikalau kedua hal tersebut kental dengan upaya memupuk kebencian terhadap sesuatu, terlebih jikalau sudah menyangkut SARA. Jika Anda menemukan yang ibarat ini, ada baiknya jangan ditelan begitu saja. Cari sumber lainnya terutama yang menyangkut pokok persoalan dalam isu tersebut. Atau jikalau hal itu menyangkut kebijakan pemerintah misalnya, Anda dapat mengecek pribadi ke sumber resmi dari pemerintah terkait hal itu. Untuk diketahui, sekarang, hampir keseluruhan bidang dalam pemerintahan baik sentra maupun kawasan sudah punya website masing-masing. Website-website pemerintah itu mampu kita kenali dengan domain gov.id di belakangnya.
2. Cek Kevalidan dari Sumber Berita
Memang ini akan memakan waktu, tetapi hal itu lebih baik ketimbang Anda jadi korban dari isu hoax. Untuk mengecek kevalidan dari sumber berita, Anda mampu mengeceknya dari halaman (about us) yang menjelaskan wacana siapa mereka, apa tujuan mereka. Jika sumber tadi ialah portal berita, maka seharusnya mereka punya susunan redaksi, alamat kantor dan nomor kontak.
3. Kenali Ilmu Dasar Jurnalistik
Sebuah produk atau konten jurnalistik sejati selalu memperhatikan rumus 5W + 1H dalam setiap pemberitaannya. Hal ini tak lain untuk menghindari paparan opini atau lebih mengutamakan objektifitas ketimbang subjektifitas. Jika informasi yang Anda dapat itu ialah sebuah berita, maka rumus tadi merupakan patokan. 5W + 1H itu sendiri merupakan abreviasi dari Who; siapa objek dalam berita, Where; dimana peristiwa dari isu itu, When; kapan terjadinya peristiwa dalam isu itu, Why; kenapa peristiwa itu mampu terjadi, What; apa pokok persoalan dalam isu itu dan How; bagaimana kronologi peristiwa itu terjadi. Namun, jikalau itu ialah sebuah opini maka memang tidak akan terlepas dari subjektifitas si penulisnya terhadap sebuah persoalan meski terdapat fakta-fakta di dalamnya. Sehingga, sebelum membaca sebuah goresan pena di internet, Anda harus tahu dulu apakah goresan pena tersebut termasuk isu ataukah Cuma opini. Jika berita, maka sudah seharusnya rumus 5W + 1H itu ada dan dapat diketahui secara terang oleh pembaca. Namun, jikalau goresan pena yang Anda temukan itu ialah opini, maka sudah seharusnya tidak dianggap sebagai sumber yang mutlak atau valid sehingga Anda mempercayainya begitu saja.
4. Cek Keaslian Foto
Sebenarnya cukup mudah untuk mengecek keaslian foto atau gambar di internet ketika ini. Keaslian disini maksudnya ialah apakah foto atau gambar tersebut benar-benar punya korelasi dengan isi konten yang ada. Caranya dengan mengklik-hold-dan menggeser foto tersebut ke browser gres dan lakukan pencarian kembali dengan menggunakan search engine. Buka hasil pencarian gambar dalam search engine tersebut, maka Anda akan menemukan beberapa gambar yang sama. Anda mampu mengecek satu persatu gambar itu dan mengklik tautan yang ada jikalau gambar tersebut terdeteksi bukan dari link url yang sama dengan informasi semula. Perhatikan link-link yang berbeda tersebut apakah isu yang diungkap masih sama dengan sumber informasi awal?
5. Bantuan dari Grup-grup atau Website-website Anti Hoax
Saat ini sudah cukup banyak komunitas internet yang memang dibentuk untuk memerangi berita-berita hoax yang merebak. Salah satunya ialah Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH). Anda mampu menjenguknya lewat link ini https://www.facebook.com/groups/fafhh/ dan link ini https://www.turnbackhoax.id/. Di grup-grup tersebut, Anda mampu share informasi yang Anda dapat apakah termasuk Hoax atau tidak.
6. Laporkan!
Jika Anda yakin sumber yang Anda baca termasuk hoax, jangan ragu untuk melaporkannya ke pihak yang berwenang. Caranya dengan melaksanakan screen capture disertai url link, kemudian mengirimkan data ke aduankonten@mail.kominfo.go.id. Kiriman aduan tersebut akan segera diproses setelah melalui verifikasi. Kerahasiaan pelapor dijamin dan aduan konten dapat dilihat di laman web trustpositif.kominfo.go.id. Selain untuk konten hoax, Anda juga mampu melaporkan dengan cara yang sama untuk kasus konten-konten yang tergolong konten negatif antara lain, pornografi, SARA, penipuan atau perdagangan ilegal, narkoba, perjudian dan radikalisme, kekerasan, kekerasan anak, malware dan phising serta pelanggaran kekayaan intelektual.
Semoga artikel wacana ciri-ciri isu hoax dan cara mengatasi hoax ini bermanfaat untuk anda dan kita dijauhkan dari berita-berita hoax.
